Tahu Bulat Laser

Tahu Bulat Laser
Agen Tunggal Surabaya - 081230174960
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

Pesisir Selatan Laut Flores

Liputan6.com, Flores: Di pesisir selatan Laut Flores terdapat sebuah kabupaten yang menyimpan sejuta pesona alam. Meski belum dikenal luas, namun siapa pun yang berkunjung ke sana dijamin tidak akan menyesal. Kabupaten yang dimaksud adalah Ngada, kawasan di bagian tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di wilayah sekluas 3.037,9 meter persegi ini terdapat jajaran pulau dengan pasir putih. Penduduk sekitar menamakannya dengan sebutan wisata 17 pulau.

Keindahan 17 pulau tak berpenghuni tersebut bisa dinikmati setelah berlayar sebentar dengan perahu motor. Biaya sewanya Rp 250 ribu. Lalu apa yang bisa dilihat lagi selain pasir putih? Jutaan kelelawar besar hidup di pulau kosong itu. Sedikit tepuk tangan dan kelelawar langsung beterbangan.

Jika Anda berminat ke Pulau Rutong, salah satu dari 17 jajaran pulau, akan terkagum-kagum dengan pemandangan di bawah laut. Bunga karang di air dangkal nan jernih pastilah dapat menyejukkan mata. Sayangnya, setiba di pulau tersebut Anda tidak akan bisa menemui villa atau tempat beristirahat. Sebagai gantinya, pengunjung akan dipuaskan dengan kesegaran air kelapa muda. Anda siap berpelesir ke 17 pulau tersebut? Dan bawalah peralatan menyelam Anda.(OMI/AYB)

Sabtu, 24 April 2010

Sumenep ... kenangan mans masa kecilku..




Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa di Pulau Madura dibagi menjadi empat madura bahasa yang berbeda dan ini dapat dilihat dari setiap kabupaten antara Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Di mana ada istilah di Pulau Madura, yang lebih kearah timur maka bahasa yang digunakan tingkat yang semakin halus. Dalam hal ini Sumenep yang berada dalam posisi kota paling timur di Pulau Madura disamakan dengan sebuah bahasa tingkat seperti kota Solo Jawa.


Saya yang lahir di Surabaya, tapi banyak menghabiskan masa kecil saya di Pulau Madura, khususnya di Sumenep ini. Untuk lebih khusus tepatnya di seberang pulau dari ujung timur Sumenep (Kecamatan Kalianget) tepatntnya di Pulau Poteran ( Kecamatan Talango ) . Sepuluh tahun masa kecilku di sana, tepatnya saat menjalani pendidikan dasar (sekolah dasar) dan sekunder (SMP), setelah menyelesaikan TK di kota Palembang dua tahun. Itulah  yang membuat saya mampu menggunakan bahasa Sumenep Madura,tetapi sekarang banyak yang lupa (hehehe. Karena itu jarang ada sekarang)..

Kembali ke wilayah Sumenep diskusi yang terletak di pulau paling timur Madura, dan jika perjalanan dari kota Surabaya sekitar 199 KM atau 5-6 jam naik bus. Di kabupaten ini terdapat beberapa pulau yang dihuni 126 belum. Tahun yang punya nama tetapi untuk Pulau Puteran sudah sebuah distrik tunggal meskipun hanya 3 KM lebar dan panjang 18 KM dengan sembilan desa di dalamnya. Itulah sebabnya mengapa disebut Pulau Poteran, karena dikelilingi laut (poteran = bulat) di wilayah desa.

Benar-benar menyenangkan mengingat masa lalu di sana, karena ada banyak terumbu karang pantai Waru, cantik alami Padike Pantai Goa, Landak menantang dan Asta Yusuf Habib yang selalu mengunjungi kepulauan dan Negara Pilgrim. Saya sering berpikir sebelumnya, apakah pulau itu tetap seperti sebelumnya Poteran? Saya tidak bisa mengatakan semuanya sekarang.



Selain Pulau Poteran, sebenarnya ada banyak atraksi di Sumenep sangat menarik dan wisata yanag sangat  potensial tetapi tidak terekpos keluar. Saat masyarakat disana menyambut hari Kemerdekaan Indonesia dan karnaval Lomba perahu di Selat  Poteran dan juga ada Kerapan Sapi.  Di kota sSmenep kita bisa temukan Masjid dan Istana Sumenep yang artistik dan penuh sejarah, belum lagi Pantai Salopeng yang  selalu ramai ketika hari raya Ketupat dan keunikan Panorama Pantai Lumbang dengan latar belakang Pohon Cemara  Udang ( ini biasanya ditemukan hanya di Cina) , tak salah jika hal ini yang membuat orang syang berkunjung kesana selalu menginginkannya kembali dikemudian hari.

Senin, 19 April 2010

Wisata ke Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu yang namanya diambil dari singkatan dari kota Surabaya (SURA) dan pulau Madura (MADU), merupakan salah satu Jembatan Nasional yang melintasi selat madura dengan menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura justru terletak di Bangkalan. Jembatan Suramadu yang memiliki panjang 5.438 meter dan lebar 30 meter, juga dapat dikatakan juga sebagai penghubung dua pulau yaitu Jawa, Madura Island. Hal ini dapat dikatakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi bangsa kita saat ini, yang mampu memiliki jembatan 3 terpanjang di Asia Tenggara (ASEAN).


Ini sangat bagus bagi anda yang melakukan perjalanan ke Surabaya, untuk mengunjungi dan wisata yang satu ini melihat lebih dekat pulau Madura, khususnya masyarakat Geografis dan Budaya. Jembatan Suramadu juga menyediakan jalur tol untuk sementara dikelola layanan pada tingkat tertentu klan Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 30.000, - untuk mobil / kendaraan empat roda, bus umum dilarang untuk lulus dijembatan ini. Dan Anda tidak perlu bingung karena Jembatan Suramadu di sisi Surabaya dan Madura, banyak tersedia tempat untuk menjual dari makanan-soevenir soevenir. Tapi ini tidak diperbolehkan untuk menyeberangi jembatan ketika angin bertiup terlalu kuat untuk takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua.


Jembatan Suramadu Nasional Harapan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2009, tidak hanya kebanggaan bagi bangsa kita sementara tetapi dorongan untuk putra dan putri bangsa untuk menghasilkan karya terbaik untuk Indonesia tercinta.

Sabtu, 10 April 2010

Candi Tikus Mojokerto


Sabtu, 31 Januari 2009 - 10:52 wib


MOJOKERTO
, salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang berpadu.

Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana tenang.

Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Salah satu objek wisata yang menjadi andalan adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi jaminan kepuasan wisatawan.

Untuk bisa menikmati suguhan wisata air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan.
Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin, hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.

Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota, dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon wisata di Kabupaten Mojokerto ini.

Beberapa alasan yang menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan, khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak dibatasi hanya hari libur.

Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.

Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas, mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.

Sederetan upaya juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.

Jaminan itu tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas dari banjir dan tanah longsor.

Bagi mereka yang hobi menikmati alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda.
Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.

Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam sayur-mayur organik.

Puas dengan wisata air panas, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang, pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan. Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.
(sindo//tty) sumber:okezone.com

Sabtu, 27 Februari 2010

Wisata Sumenep Madura yang aduhai..




Tandus dan panas. Sepertinya itulah kesan pertama yang didapat para pelancong, begitu mendengar nama Pulau Madura disebut. Anggapan ini berlaku terutama bagi warga luar daerah yang belum pernah datang ke sana. Madura memang gambaran masyarakat bertemperamen keras, memiliki budaya karapan sapi dan carok . Tipologi tanah tandus dan udara panas itu, kian mengesankan Madura sebagai pulau yang tak punya pepohonan hijau dan panorama alam yang elok dipandang mata.

Anggapan tersebut tidak seutuhnya benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur ini memang tandus dan panas. Namun, ini tak berarti Pulau Madura tidak memiliki potensi wisata yang mempesona. Bila tak percaya, datanglah ke daerah paling timur ”Pulau Garam”, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata, khususnyai pantai dan kepulauan nan indah

Kabupaten Sumenep memiliki luas wilayah 2.000 kilometer persegi yang terbagi dua bagian, daratan seluas 1.147 kilometer persegi (17 kecamatan) dan kepulauan seluas 853 kilometer persegi. Jumlah pulau yang dimiliki sebanyak 76 buah dan luas perairan sekitar 50.000 kilometer persegi. Yang terakhir inilah yang menjadi primadona wisata Sumenep. Pulau-pulau kecil itu, bak untaian mutiara, merekat Indonesia menjadi negara kepulauan nan indah.

Deretan pulau di timur Pulau Madura bak gadis berbanjar menari ini disebut Kepulauan Kangean. Julukan tersebut karena barisan pulau yang paling besar adalah Kangean. Selain itu masih ada lagi Pulau Sapudi, Raas, Puteran, Genteng, Gili Iyang, dan Pulau Raja. Pemerintah Kabupaten Sumenep menyebut kawasan kepulauan tersebut sebagai objek wisata Island Resort.

Objek wisata itu menawarkan birunya laut yang jernih, lekuk pantai dan terumbu karang yang sudah mati menjadi batuan, serta kesunyian yang menenangkan. Semua itu bisa dinikmati dengan biaya relatif murah. Menjelajah kepulauan tersebut tidaklah sulit. Karena puluhan kapal angkutan penumpang bisa mengantarkan kaum pelancong ke sana setiap saat. Kapal dan perahu itu bisa kita dapatkan di Pelabuhan Kalianget, sekitar 12 kilometer arah timur Kota Sumenep.

Kapal feri dari Kalianget menuju Pulau Sapudi dan Kangean, misalnya, dalam sehari terdapat empat kapal yang beroperasi pulang pergi (PP). Sekali naik tarifnya hanya Rp 5.000 per orang. Namun, jika pelancong akan mendatangi banyak kepulauan di sana, mereka bisa menyewa kapal sendiri. Tentu tarif menyewa kapal itu cukup besar, bisa Rp 1 juta sekali layar.

Dari Pelabuhan Kalianget, pulau-pulau yang menjadi tujuan kaum wistawan itu hanya cukup ditempuh empat jam pergi-pulang. Pada umumnya para pelancong tidak hanya sekadar menginjakkan kaki semata di pulau-pulau tersebut. Mereka acap melihat geliat warga kepulauan, panorama alam, dan mencari buah tangan. Yang unik dan menarik, buah tangan dari Pulau Kangean misalnya, adalah ayam bekisar dan ukiran kayu jati.

Ayam bekisar adalah hasil penyilangan antara ayam hutan (jantan) dan ayam kampung (betina). Jenis hasil penyilangan memiliki keturunan yang menarik. Tubuhnya lebih besar dari ukuran ayam kampung dan warna kulit hitam kebiru-biruan, malah kadang kemerah-merahan. Di bulu pada lehernya terdapat lurik warna hijau berpadu kekuning-kuningan. Eksotik.

Keelokannya fauna inilah yang kemudian mendorongnya ditetapkan sebagai maskot Pemerintah Provinsi Jatim. Harga seekor ayam bekisar di Kangean hanya Rp 25-35 ribu. Namun bila ayam itu sudah berada di Surabaya, harganya pun bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. ”Biasanya pelancong suka datang di Kangean membawa oleh-oleh ayam bekisar,” masih papar petugas pelabuhan. Namun mereka lebih banyak menikmati panorama alam pulau-pulau tersebut.

Di Taman Laut Pulau Mamburit, pelancong bisa menikmati taman laut yang beragam dan masih asli. Di tempat ini, wisatawan yang berhobi menyelam bisa sepuasnya menikmati dasar laut. Dengan dukungan angin yang cukup kuat dari kisaran Laut Jawa, pantai ini secara kontinyu dipergunakan wind surfing berskala nasional maupun internasional.

Panorama serupa juga terdapat di Taman Laut Pulau Gililabak. Pulau Gililabak terletak di sebelah tenggara Pelabuhan Kalianget, di antara Pulau Giligenting dan Pulau Puteran. Perjalanan menuju pulau ini bisa ditempuh sekitar satu jam, dengan memakai perahu motor melewati sela-sela bagan penangkapan ikan. Taman laut ini juga acap dijadikan ajang olahraga bahari, selam dasar (snorkling/diving) dan selam profesional (scuba diving).

Berwisata di Sumenep tentu tidak bisa ditempuh hanya sehari. Sebab pelancong harus menyusuri laut menuju deretan kepulauan ini. Setelah lelah naik kapal menyusuri kepulauan, pelancong bisa beristirahat di sejumlah penginapan dan hotel di Kota Sumenep. Kemudian bisa melanjutkan menikmati wisata darat, yakni Masjid Agung, Keraton (keduanya berada dalam kota), situs Asta Tinggi, Pantai Slopeng, dan Pantai Lombang.

Khusus untuk objek wisata pantai, selama ini yang acap didatangi pelancong adalah Pantai Lombang. Pantai ini terletak di Desa Lombang, Kecamatan Batang-batang, sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Sumenep. Di sepanjang perjalanan dari Sumenep menuju Lombang, mata pelancong akan disapa oleh gugusan gunung kapur dan tanah merah yang tandus.

Di hari libur objek wisata ini didatangi banyak pengunjung. Ia memiliki hamparan pasir putih sepanjang 12 kilometer. Pada pinggiran hamparan pasir berhiaskan tumbuhan pohon ”cemara udang” sebagai tanaman yang hanya ada di Indonesia dan Cina, sehingga membuat teduh dan nyaman pantai itu. Semua objek wisata di Sumenep ini terbilang masih alami. Belum mendapat sentuhan secara optimal sebagai tempat wisata. (rn / http://www.resep.web.id)

Senin, 08 Februari 2010

Asyiknya Wisata ke Pegunungan Bromo

Pemandangan dari Gunung Penanjakan

Mungkin ada baiknya jika anda yang saat ini sedang berada di jawa timur untuk mengujungi salah satu ikon pariwisata jawa timur yang terkenal ini yakni Gunung Bromo. Kawasan wisata yang dikenal dengan sebutan TNB ( Taman Nasional Bromo) ini memiliki luas 50.273,30 Ha yang diapit 4 kabupaten di jawa timur yakni Probolinggo, Pasuruan , Malang dan Lumajang. Masyarakat sekitar G. Bromo yaitu masyarakat Tengger mempunyai upacara tradisi tahunan yaitu upacara melempar sesaji pada tengah malam (tepat pkl. 24.00 WIB), yang disebut dengan upacara “Kasodo”. Upacana adat Tengger ini, biasanya sangat meriah dan sering dihadiri oleh pejabat-pejahat tinggi serta masyarakat Indonesia lainnya juga para turis asing yang jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung. Dengan ketinggian antara 1.000m - 3676m diatas permukaan laut dan suhu berkisar 3 -20 derajat Celcius, mungkin ada baiknya anda mnggunakan jaket tahan dingin, sarung tangan dan sarung kaki.

TNB ini memiliki beberapa tempat yang paling di favoritkan sebagai alasan wisatawan kesana yakni Gunung Penanjakan dan Kawah Gunung Bromo . Gunung Penanjakan dengan ketinggian 2770m diatas permukaan laut akan memberikan pemandangan yang menakjubkan di saat Matahari Terbit (Sunrise) yakni antara jam 04.30wib s.d 05.30wib . Dan setelah itu anda bisa menuju ke Kawah Gunung Bromo dengan melewati Lautan Pasir (Sea Of sand). Daerah yang gersang yang dipenuhi pasir dan hanya ditumbuhi sedikit rumput-rumputan yang mengering. Tiupan angin, membuat pasir berterbangan dan dapat menyulitkan Anda bernafas.

Untuk mencapai kaki Gunung Bromo, Anda tidak dapat menggunakan kendaraan. Sebaliknya, Anda harus menyewa kuda dengan harga Rp 70.000,- atau bila Anda merasa kuat, Anda dapat memilih berjalan kaki. Tapi, patut diperhatikan bahwa berjalan kaki bukanlah hal yang mudah, karena sinar matahari yang terik, jarak yang jauh, debu yang berterbangan dapat membuat perjalanan semakin berat.

Sekarang, Anda harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 anak tangga untuk dapat melihat kawah Gunung Bromo. Sesampainya di puncak Bromo yang tingginya 2.392 m dari permukaan laut, Anda dapat melihat kawah Gunung Bromo yang mengeluarkan asap. Anda juga dapat melayangkan pandangan Anda kebawah, dan terlihatlah lautan pasir dengan pura di tengah-tengahnya. dengan puncak G. Semeru sebagai latarnya. Benar-benar pemandangan yang sangat langka dan luar biasa yang dapat kita nikmati.

Bagaimana cara akses kesana? Tentunya tak sedikit dari kita yang ingin tahu hal itu termasuk tentang Tarif Hotel dan pemandu disana. Ada banyak jalur yang yang bisa dilalui kekawasan TNB tersebut, untuk kategori akses berani anda bisa melalui probolinggo ( jalur ini tidak bisa membawa kendaraan sendiri ) atau jalur mudah melalui pasuruan. Untuk mudahnya saya akan ambil asumsi untuk akses kesana dari kota surabaya dengan tidak membawa kendaraan sendiri. Dari Kota surabaya, anda bisa tanya awal ke terminal bungurasih karena saya yakin semua tahu akan hal ini. Dari terminal bungurasih kita naik Bis Jurusan Kota Pasuruan atau Kota Probolinggo.

Untuk menuju G. Bromo dari arah Pasuruan: Dari Surabaya kita naik bus jurusan Probolinggo dan turun di Pasuruan. Selanjutnya naik Colt jurusan Tosari - Wonokitri. Di sini kita dapat bermalam di hotel atau losmen atau dapat juga langsung meneruskan perjalanan menuju G. Penanjakan, atau masuk ke lautan Pasir dan menuju puncak G. Bromo.
Bila dari arah Probolinggo, kita naik Colt atau bis jurusan Sukapura terus Ngadisari. Dari Ngadisari naik kendaraan/berjalan kaki menuju Cemoro Lawang sejauh 3 Km. Di Cemoro Lawang kita dapat bermalam di hotel maupun losmen atau di rumah-rumah penduduk. Pagi-pagi sekali kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawah G. Bromo yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki maupun naik kuda sewa, untuk menyaksikan panorama matahari terbit. Kalo kita lewat wilayah Probolinggo ongkos sewa yaitu Rp 200.000,-. Sesampai di desa wonotoro,kita parkir mobil kita ganti dengan 4-wheel Jeep.Kalo dari Probolinggo ini sangat tidak disarankan membawa kendaraan sendiri yang bukan 4 wheel,apalagi pada musim kemarau,karena bahaya terperosok di lautan pasir.
Ongkos lain:
- Retribusi Jalan Wisata u/ Jepp : Rp 2.000,-
- Retribusi Jalan Desa : Rp 2.000,-
- Asuransi Kecelakaan : Rp 2.000,- / orang
- Karcis masuk pengunjung : Rp 2.000,- / orang


Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.Bagaiamana dengan tempat bersantap kita? Mungkin agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.


By : Zahir Gadri dengan ingfo dari berbagai sumber