Tahu Bulat Laser

Tahu Bulat Laser
Agen Tunggal Surabaya - 081230174960
Tampilkan postingan dengan label Kilas Balik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kilas Balik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2010

Bersihkan jiwa dalam momen Maulid Nabi Muhammad SAW



Maulid Nabi Muhammad Saw. dijadikan hari besar di negara kita, yang berarti adalah hari libur nasional.

Di tahun 2010 ini, tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari jum’at ,tanggal 26 Februari.

Maulid Nabi saw kita rayakan tiap tahun.

Kita secara rutin melaksanakannya, baik di masjid, sekolah, maupun perkantoran.

Perayaan semacam ini menjadi tidak akan bermakna jika kita menganggap Maulid Nabi saw hanya sebatas acara seremonial atau rutinitas belaka.

Inti dari perayaan Maulid Nabi saw bukan hanya kegembiraan atas kehadiran beliau dalam sejarah, tapi yang lebih penting dari semua itu adalah meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau.


Seperti pembelaan atas kaum lemah dan papa, pembebasan kaum tertindas, dan penegakkan keadilan.

Maulid kita jadikan ajang introspeksi, bukan ajang menghibur diri. Kita introspeksi apa yang salah dengan sikap dan perilaku kita yang tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw. Inilah makna hakiki dari Maulid Nabi Muhammad saw.


Dengan Maulid Nabi Muhammad saw kita telaah kembali cerita sukses dakwah beliau di di tengah masyarakat gurun pasir, kita cari faktor-faktor pendukungnya untuk kita ejawantahkan di era modern ini.

Nabi Muhammad saw berhasil merubah budaya masyarakat Arab dari persaudaraan yang dibangun di atas prinsip kesukuan menjadi persaudaraan yang dibangun atas keimanan.
Sejak saat itulah, jazirah Arabia dilirik oleh kekuatan besar (Romawi dan Persia), bahkan setelah wafatnya Nabi saw, umat Islam berhasil mengalahkan dua emperium adidaya ini dan menjadi penguasa dunia serta menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan.

Mari kita jadikan Rabiul Awwal dan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai sarana untuk menanamkan pribadi Nabi Muhammad saw dalam diri kita.

Bersihkan jiwa dalam momen Maulid Nabi Muhammad SAW



Maulid Nabi Muhammad Saw. dijadikan hari besar di negara kita, yang berarti adalah hari libur nasional.

Di tahun 2010 ini, tanggal 12 Rabiul Awal 1431 H jatuh pada hari jum’at ,tanggal 26 Februari.

Maulid Nabi saw kita rayakan tiap tahun.

Kita secara rutin melaksanakannya, baik di masjid, sekolah, maupun perkantoran.

Perayaan semacam ini menjadi tidak akan bermakna jika kita menganggap Maulid Nabi saw hanya sebatas acara seremonial atau rutinitas belaka.

Inti dari perayaan Maulid Nabi saw bukan hanya kegembiraan atas kehadiran beliau dalam sejarah, tapi yang lebih penting dari semua itu adalah meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau.


Seperti pembelaan atas kaum lemah dan papa, pembebasan kaum tertindas, dan penegakkan keadilan.

Maulid kita jadikan ajang introspeksi, bukan ajang menghibur diri. Kita introspeksi apa yang salah dengan sikap dan perilaku kita yang tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan Nabi Muhammad saw. Inilah makna hakiki dari Maulid Nabi Muhammad saw.


Dengan Maulid Nabi Muhammad saw kita telaah kembali cerita sukses dakwah beliau di di tengah masyarakat gurun pasir, kita cari faktor-faktor pendukungnya untuk kita ejawantahkan di era modern ini.

Nabi Muhammad saw berhasil merubah budaya masyarakat Arab dari persaudaraan yang dibangun di atas prinsip kesukuan menjadi persaudaraan yang dibangun atas keimanan.
Sejak saat itulah, jazirah Arabia dilirik oleh kekuatan besar (Romawi dan Persia), bahkan setelah wafatnya Nabi saw, umat Islam berhasil mengalahkan dua emperium adidaya ini dan menjadi penguasa dunia serta menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan.

Mari kita jadikan Rabiul Awwal dan Maulid Nabi Muhammad saw sebagai sarana untuk menanamkan pribadi Nabi Muhammad saw dalam diri kita.

Minggu, 07 Februari 2010

Terlecut Pengorbanan Besar Suporter Persebaya

Redaksi PersebayaFC.com
Minggu, 07 February 2010 21:04

Dalam laga sore tadi, manajemen Persebaya juga memberi santunan kepada keluarga dan pendukung Persebaya yang meninggal dunia atau terluka pasca laga away di Bandung. Santunan itu diberikan langsung oleh Ketua Umum sekaligus manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar.


“Jangan dilihat dari nominalnya, ini tidak sebesar pengorbanan suporter kita. Dan ini harus jadi motivasi kami untuk melangkah lebih maju di putaran kedua dan di musim-musim mendatang,” ucap Saleh dengan mata berkaca-kaca.

Sedangkan usaha mencari dana segar untuk membayar denda ke PSSI masih terus dilakukan Persebaya. Meski laga uji coba lawan Persebaya U-21 hanya menghasilkan dana kotor Rp 93 juta lebih, namun manajemen masih optimistis target tercapai melalui kotak amal yang masih diedarkan.

Selain mendapat pemasukan dari tiket, Persebaya juga mendapatkan dana dari kotak amal yang diedarkan di stadion sebesar Rp 4,1 juta. Sedangkan sumbangan lain-lain total berjumlah Rp 4,1 juta.

Jumlah itu memang tidak mungkin untuk menutup denda Persebaya ke PSSI. Menurut manajer sekalugus Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, total denda yang diberikan PSSI sebesar Rp 280 juta. Jadi untuk menutup denda, Bajul Ijo masih membutuhkan dana sekitar Rp 190 juta.

"Tapi sekarang kita lagi banding dan ajukan PK (Peninjauan Kembali) ke PSSI. Kalau keduanya tidak terima, ya kita akan sebarkan kotak lagi sampai terkumpul semua," jelas Saleh.

Ia menambahkan, kerugian Persebaya semakin bertambah ketika pertandingan lawan Sriwijaya FC, Rabu (10/2) mendatang dipastikan tanpa penonton. "Paling tidak kita kehilangan dana minimal Rp 400 juta lebih. padahal kondisi kita sedang krisis, pemain saja belum gajian," lanjut Saleh.

Saleh juga mengkonfirmasi bahwa kotak peduli hanya diedarkan di stadion sepanjang pertandingan. Hal ini karena sebelumnya beredar kabar ada oknum yang memanfaatkan momen ini untuk mencari uang demi kepentingan sendiri. "Tidak ada itu. Yang resmi hanya di stadion saat pertandingan," tegasnya.


Minggu, 03 Januari 2010

Kilas Balik Peristiwa Nasional 2009

Minggu, 27 Desember 2009 | 05:14 WIB

Beragam peristiwa mewarnai perjalanan tahun 2009. Pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono pada Sidang Paripurna MPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (20/10), merupakan salah satu

peristiwa penting di bidang politik dan sejarah bangsa Indonesia. Di bidang seni, salah satu tokoh sastra Indonesia, Rendra, meninggal dunia pada 6 Agustus.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya lembaga peradilan yang bersih terwakili dalam mobilisasi dukungan moral dan sosial dalam kasus yang dialami Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Mereka seolah menjadi simbol perlawanan terhadap korupsi.

Perjuangan Prita dalam mencari keadilan atas kasusnya, pencemaran nama baik melalui surat elektronik, menggerakkan solidaritas masyarakat. Koin untuk Prita menjadi aksi kepedulian masyarakat terhadap kasus Prita. Kepedulian mereka melampaui sekat-sekat suku, agama, dan ras.

Indonesia masih dirundung bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan angin puting beliung. Gempa bumi awal Januari di Manokwari, kemudian September di Sukabumi dan Padang, menelan banyak korban jiwa serta mengakibatkan rusaknya berbagai fasilitas sosial dan infrastruktur.

Ada pula peristiwa membanggakan saat ribuan peselam melakukan pemecahan rekor dunia selam pada ajang Sail Bunaken 2009 di perairan Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Senin (17/8).

Polisi patut mendapatkan ucapan selamat atas keberhasilannya menembak mati buron teroris, Noordin M Top, di Solo, 17 September. (johnny tg)

Sumber Info : www.kompas.com